Wonogiri, CyberNews. Masyarakat di sejumlah desa pinggiran di daerah pemilihan (Dapil)-4 Kabupaten Wonogiri, belum merasakan pemerataan pembangunan. Terutama di bidang sarana dan prasarana (sapras) infrastruktur, yakni berupa jalan dan jembatan. Juga jaringan listrik, gedung sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Demikian dikemukakan oleh Anggota Komisi A DPRD Wonogiri Abdullah Rabbani SE, seusai melakukan peninjauan terkait dengan agenda masa reses anggota Dewan, untuk melakukan penyerapan aspirasi masyarakat.
"Kondisi kehidupan dan perekonomian masyarakat wilayah pinggiran pun, juga masih sangat memprihatinkan," tegas Abdullah. Saya katakan masih memprihatinkan, tambah Abdullah, karena masih banyak warga masyarakat yang bermukim di rumah tinggal yang kurang layak sebagai sebuah hunian. "Rumah-rumah mereka, masih di bawah standar dari rumah layak huni," ujarnya.
Pasalnya, lantainya masih berupa tanah berdebu dan dindingnya bambu. Sebagian masih ada yang beratap rumbia. Tidak ada jendelanya, dan hanya memiliki satu pintu. Tidak memiliki kamar, belum punya fasilitas sumur dan sarana mandi cuci kakus (MCK). "Bahkan ada yang menyatu dengan ternak piaraannya," tutur Abdullah.
Kata Abdullah, yang lebih memprihatinkan lagi, ketika warga masyarakat nekat ngganthol listrik melalui sambungan gelap, hal ini sering menimbulkan korban jiwa karena tersengat stroom. "Baru saja terjadi, warga masyarakat bernama Djumali di Desa Jeblogan, menderita luka bakar, karena tersengat stroom listrik ketika menyabit rumput. Ini sangat memprihatinkan," tuturnya.
Abdullah menyatakan sangat paham dengan kehidupan warga masyarakat di pinggiran, utamanya di Dapil-4, yang merupakan wilayah dimana dia terpilih menjadi Anggota DPRD periode 2009-2014 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dapil-4, terdiri atas Kecamatan Jatisrono, Jatiroto, Tirtomoyo, Batuwarno dan Karangtengah. Yang kondisi geografis dan topografinya dipisahkan oleh Gunung Tunggangan, dengan medan berbukit-bukit.
"Mayoritas prasarana jalannya rusak," ungkap Abdullah. Sehingga waktu dia mengunjungi konstituen-nya, berulangkali mobilnya macet karena terjebak dalam kubangan lumpur jalan.