Lembaga keuangan ini, didirikan oleh 20 (dua puluh) orang aktivis remaja masjid, pada tanggal 12 Juli 2004. Pertumbuhannya, kini makin eksis dengan kantor pelayanan anggota di delapan lokasi. Yakni di Kecamatan Wonogiri, Selogiri, Ngadirojo, Slogohimo, Tirtomoyo, Batuwarno, Eromoko dan Manyaran.
Yang menarik dari BMT Mitra Mandiri ini, karena dari awal lembaga ini murni dijalankan dengan modal 100 persen dari anggota. "Belum pernah ada bantuan atau pinjaman dana dari pemerintah sama sekali," tandas Sekretaris BMT Mitra Mandiri, Abdullah Rabbani SE.
Ini menunjukkan, bahwa komitmen dan kebersamaan anggota dalam memajukan lembaga sangat tinggi dan kompak. Susunan pengurus KJKS BMT Mandiri Wonogiri periode 2013-2015, terdiri atas Ketua Suprihatin SE, Sekrataris Abdullah Rabbani SE, Wakil Sekretaris Budi Kurniawan SE, Bendahara Eko Agus Sugiyanto SE, Wakil Bendahara M Rizal Musthafa SH.
Professionalisme pengelolaan, dapat dilihat dari terselenggaranya Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang selalu digelar tepat waktu. Ada pembinaan rutin dari Dewan Syari’ah. Ada audit dari akuntan publik setiap tahun secara transparan. Ada penilaian kesehatan dari Dinas Koperasi dan UMKM setiap tahunnya.
BMT Mitra Mandiri Wonogiri, memiliki motto: "Amanah, bertambah, barokah". Juga sudah berbadan hukum tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan kini sedang mengurus badan hukum tingkat nasional, serta menyiapkan system online untuk semua kantor pelayanan.
Disamping profesional dalam pengelolaan keuangan, juga terlibat aktif dalam agenda sosial kemasyarakatan, dan aksi peduli bagi warga kurang mampu. Ini dibuktikan melalui program, yang sumber dananya diambilkan dari dana sosial lembaga dan anggota.
Usaha pengurus dan pengelola, banyak memunculkan hal-hal yang positif. Yakni banyak perusahaan skala nasional, yang melirik dan menjadikan BMT Mitra Mandiri Wonogiri sebagai mitra kerja. Itu dilakukan oleh PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Muamalat Indonesia, PT. Asuransi Syari’ah Takaful Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Permodalan BMT Ventura Jakarta, dan lain-lain.
Bisnis keuangan, hakikatnya adalah bisnis trust (kepercayaan). Maka, ungkap Abdullah, kami berusaha untuk selalu menjaga kejujuran dan sifat amanah. Semua transaksi keuangan baik simpanan maupun pembiayaan, selalu dikelola dengan prinsip-prinsip syari’ah dan standard akuntansi syariah.
( Bambang Purnomo / CN38 / SMNetwork )